Belajar Dari Mario Teguh Bagian 1

Banyak sekali pelajaran hidup yang dibagikan oleh Mario Teguh di acaranya Mario Teguh Golden Way di MetroTV. Beberapa kata-kata mutiara atau kalimat nasihat beliau yang sempat saya tulis diantaranya:

  • Kegagalan bukan hanya karena kurangnya ilmu tapi kurangnya tindakan dari ilmu tersebut
  • Orang tidak akan disebut berani jika tidak merasakan takut. Orang berani karena telah merasakan atau melewati rasa takut
  • Kritik harusnya membuat lebih kuat. Jika orang “melempar bata” (mengkritik), maka tangkap dan kumpulkan, semakin banyak orang melempar bata, semakin banyak bata untuk membangun rumah (membangun pribadi hebat)
  • Manage your reaktion > orang diukur dari reaksinya. Hanya orang kecil yang marah dengan hal kecil
  • Semakin tinggi kita naik, harus semakin sedikit beban (pemarah, mudah tersinggung)

Belajar Pantang Menyerah dari Nabi Musa A.S.

Beberapa waktu lalu saya menonton acara wisata hati ANTV bersama ustadz Yusuf Mansur. Dalam tausiahnya ust Yusuf mansur menjelaskan Al-Quran surat Asy-Syu’ara’ ayat 61-66. Di ayat tersebut Allah SWT berfirman:

“Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah Pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. Lalu Kami wahyukan kepada Musa: “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain]. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.”

Ayat tersebut menjelaskan kisah nabi Musa A.S. saat dikejar Firaun dan menemui jalan buntu, yaitu lautan, maka semua pengikut Nabi Musa A.S. mengatakan bahwa mereka pasti akan tersusul Fir’aun. Tapi dengan penuh keyakinan dan keimanan kepada Allah, nabi Musa A.S. berkata bahwa “Sekali-kali tidak akan tersusul; Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku” beliau yakin bahwa masih ada Allah pemilik alam, Maha Kuasa, pasti akan memberikan pertolongan dan jalan keluar. Benar saja, sesaat kemudian laut luas yang tadinya menjadi penghalang dan mustahil ada jalan keluar, akhirnya bisa terbelah dan memberikan jalan keluar yang kemudian menenggelamkan Fir’aun dan pasukannya.

Dari kisah tersebut bisa kita ambil pelajaran yang luar biasa, bahwa jika kita menghadapi kesulitan yang sangat besar, seakan tidak ada jalan keluar bahkan orang-orang sekitar pun menyerah dan menganggap kita akan gagal, maka ingatlah masih ada Alloh Tuhan semesta alam, Maha Kuasa, Maha Berkehendak, yang bisa memberikan pertolongan dan petunjuk untuk segala masalah yang kita hadapi.

Jika kita bisa meneladani sikap nabi Musa A.S. dengan yakin masih ada Allah Yang Maha Kuasa kemudian berikhtiar atau berusaha (dengan memukulkan tongkat ke lautan), maka insyaAlloh akan ada jalan keluar terbaik, yang mungkin diluar kuasa manusia yang sangat terbatas, seperti terbelahnya lautan yang mustahil bisa dilakukan manusia.

Jadi jangan ada kata menyerah, teruslah bersandar dan bertawakal hanya kepada Allah. Yakinlah jika kita bertawakal kepada Allah, pasti akan ada jalan keluar terbaik dan Allah cukupkan keperluan kita.

Allah berfirman; “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS ath-Thalaaq 3).

Walloohualam

Incoming search terms:

  • belajar online gratis yusuf mansur
  • kisah nabi pantang menyerah
  • sikap nabi musa yang pantang menyerah
  • yusuf mansur asy-syu\ara 61-66
  • yusuf mansur meneladani nabi musa